Dorong Hilirisasi Perkebunan Sulawesi Utara, Ditjen Perkebunan Berkunjung Di BRMP Sulut
Kalasey-Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Ditjenbun Kementan) melaksanakan kunjungan kerja di BRMP Sulawesi Utara (Sulut). Kegiatan ini bertujuan mendorong percepatan hilirisasi komoditas perkebunan di daerah. Pertemuan ini berlangsung di Agriculture Operation Room (AOR) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan pada Senin (16/3).
Direktur Sawit dan Aneka Palma Iim Mucharam menghadiri kegiatan tersebut bersama tim. Kepala BRMP Sulut Steivie Karouw menerima kunjungan kerja tersebut di Kantor BRMP Sulut. Kedua pihak membahas penguatan program pembangunan perkebunan di Wilayah Sulawesi Utara.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara Darwin Muksin mengikuti diskusi dalam kegiatan tersebut. Sekretaris Dinas Pertanian Minahasa Selatan Vebry Rumintjap turut hadir dalam pertemuan itu. Kepala Bidang Perkebunan Minahasa Selatan Wanda Langoy juga mengikuti pembahasan program.
Kepala Bidang Perkebunan Minahasa Utara Cicilia Bernadus bersama peserta lainnya juga menghadiri kegiatan tersebut. Para peserta membahas pengembangan kawasan komoditas perkebunan di Sulawesi Utara. Diskusi ini bertujuan memperkuat sinergi program pusat dan daerah.
Pemerintah mendorong peningkatan produktivitas perkebunan melalui pendekatan pengembangan kawasan. Program ini menitikberatkan pada penguatan sistem perbenihan di tingkat petani. Pemerintah juga mendorong pengembangan industri pengolahan hasil perkebunan.
Pemerintah melaksanakan program peremajaan tanaman kelapa di beberapa wilayah potensial. Pemerintah juga merencanakan perluasan areal tanam pada daerah yang memiliki potensi pengembangan. Program ini bertujuan meningkatkan produksi komoditas perkebunan nasional.
Pemerintah merencanakan pengembangan komoditas perkebunan lainnya di berbagai daerah. Komoditas tersebut meliputi sagu, kopi, kakao, lada, pala, jambu mete, dan tebu. Pemerintah menyiapkan berbagai dukungan sarana dan prasarana bagi pekebun.
Pemerintah menyediakan benih unggul, pupuk, dan alat pertanian bagi petani. Pemerintah juga memberikan dukungan tenaga kerja dalam kegiatan budidaya perkebunan. Bantuan ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi petani di daerah.
Ditjen Perkebunan mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program di lapangan. Pemerintah melibatkan pemerintah daerah, BUMN, TNI, Kejaksaan, akademisi, dan organisasi masyarakat. Sinergi ini diharapkan memperkuat pengawalan program hilirisasi perkebunan di Sulawesi Utara.